Kau ini bagaimana Atau Aku harus bagaimana?
Kau ini bagaimana atau aku bagaimana
Aku belajar dan mengaji
Kau bilang aku hanya berorientasi pada studi
Kau ini bagaimana
Aku jarang ke perpustakaan
Kau judge aku
mahasiswa tanpa masa depan
Aku senang diskusi dan membaca
Kau ajak aku foya-foya
Aku harus bagaimana
Kau bilang jadi mahasiswa harus cerdas
Perkataanmu justru berkesan menindas
Aku kau suruh aku jaga lingkungan
Kemewahanmu berkata “Ini lah gaya hidup masa depan!”
Kau ini bagaimana
Kau suruh aku sembahyang tepat waktu
Kau sendiri berkata “Santai saja lah, nanti dulu!”
Kau bilang peliharalah sunah-sunah
Tingkahmu sendiri kakean
polah
Aku harus bagaimana
Kau bilang iman itu urusan manusia dengan Tuhan
Kau sendiri mengikuti jalan setan
Soal kebenaran aku berteriak lantang
Kau tuduh aku pembangkang
Perihal masalah korupsi
Kau bilang itu hanya soal bagi-bagi rejeki
Polemik islam liberal yang semakin liar
Kau katakan itu hanya fenomena global yang wajar
Kekerasan yang dilakukan oleh ormas-ormas
Kau berkata bahwa itulah hukum yang tegas
Aku harus bagaimana
Kau bilang ini era demokrasi
Suara kami kau letakkan di bawah laci
Kau bilang kita semua ini saudara
Diskriminasimu membuat saudara kami gila
Kau bilang menjaga kemaluan itu masalah sepele
Kau sendiri sering bergumul dengan para lonte
Kau bilang “Jangan menggangguku, aku sedang berdiskusi”
Tampaknya kau sedang bersafari
Kau ini bagaimana
Aku berusaha kreatif
Kau bilang aku tidak inovatif
Aku berusaha mecari kerja
Kau ajak aku bisnis barang dosa
Aku berusaha menjaga pandangan
Kau bilang tubuh wanita itu pemandangan
Aku berusaha mendapat rejeki halal
Kau tuduh aku mengalami gangguan mental
Aku berusaha menggapai kebaikan akhirat
Perilakumu penuh dengan maksiat
Aku berusaha mendapat ridho Tuhan
Kau berkata aku hanya pencitraan
Aku berusaha hidup islamis
Kau tuding aku anggota teroris
Aku harus bagaimana
(terinspirasi dari puisi asli dari Gus Mus)
Karya ini semata-mata hanya wujud ekspresi, tidak ada niatan dari saya untuk menjiplak atau meniru dari bentuk aslinya. Mohon maaf